Recent posts

6 Tips Mencari Hotel Murah di Bali

www.reservasi.com
Bali ternyata masih menjadi tempat wisata favorit, baik bagi warga lokal maupun wisatawan asing. Alasannya sederhana, karena Bali memiliki infrastruktur wisata yang lebih lengkap dibandingkan dengan tempat wisata lain di Indonesia. 

Salah satu yang sangat memudahkan adalah mencari hotel murah di Pulau Dewata ini. Belum lagi tempat wisatanya yang variatif sehingga membuat wisatawan mau tidak mau punya banyak pilihan untuk menginap. Tidak heran jika banyak wisatawan dari Jakarta reservasi tiket garuda Indonesia demi berlibur di Bali pada saat tahun baru. 

Lalu bagaimana caranya untuk mendapatkan hotel murah tapi nyaman di Pulau Dewata ini? Berikut tipsnya seperti dirangkum dari beberapa sumber. 

www.reservasi.com

1. Boleh Murah Tapi Tidak Murahan 
Pepatah tersebut memang sangat layak dijadikan pegangan. Jangan pernah menyewa hotel murah tapi dengan fasilitas yang sangat terbatas. Ada banyak pilihan hotel murah, tapi tidak murahan di Bali. 

Salah satu cara untuk mendapatkan hotel yang tepat adalah sesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, jika kamu tidak punya banyak waktu untuk berada di hotel, baiknya pilih hotel yang fasilitasnya tidak terlalu banyak. Ibarat kata, kamu hanya menyewa hotel hanya untuk menitipkan barang-barang saja. 

Meskipun begitu, bukan berarti kamu benar-benar percaya 100% dengan sistem keamanan hotel. Minimal kamu harus mencari hotel yang memiliki deposit box atau tempat penitipan yang aman. Dengan menyesuaikan kebutuhan, sangat mungkin jika kamu mendapatkan hotel yang murah namun cukup nyaman di Bali. 

2. Apakah butuh sarapan? 
Salah satu fasilitas hotel yang diberikan adalah fasilitas sarapan gratis. Bagi beberapa sarapan di hotel merupakan gaya hidup dan juga salah satu cara meningkatkan personal branding di sosial media. Terlebih jika kebetulan menginap di hotel yang bonafit. 

Namun, justru beberapa traveler kini malah memilih hotel-hotel yang tidak menyediakan sarapan. Karena dengan adanya fasilitas sarapan, biasanya harga hotel semakin mahal dibandingkan dngan  hotel yang menawarkan sarapan gratis. 

Jika kamu benar-benar butuh sarapan pagi demi mengejar itinerary yang sudah disusun. Sebaiknya kamu mempertimbangkan untuk memilih hotel yang menyediakan sarapan. Namun, jika kamu tipe traveler yang santai dan suka mencoba hal baru, mungkin saja kamu lebih tertarik berkeliling kota sambil mencari sarapan di luar hotel. Dengan begitu kamu bisa menghemat beberapa rupiah. 

3. Pastikan dekat tempat wisata atau tempat-tempat kuliner 
Memilih hotel memang harus berdasarkan tempat strategis. Tidak perlu mencari hotel yang berada di pusat kota. Beberapa hotel yang berada di pinggiran kota, biasanya juga menawarkan fasilitas tidak jauh berbeda. Keuntungannya, kamu bisa mendapatkan harga yang lebih murah dibandingkan dengan  hotel yang berada di pusat kota. 

Salah satu alasan traveler membeli hotel selain karena review dan rekomendasi, juga lingkungannya yang banyak tempat makanan atau tempat wisata kuliner. Dengan begitu kamu bisa memilih opsi kamar tanpa fasilitas sarapan pagi. Karena kamu sudah bisa mencari sarapan pagi sendiri dengan jarak sangat dekat tak perlu menggunakan kendaraan umum sekalipun.

Jika sudah memilih tempat wisata, jangan lupa melakukan reservasi tiket Garuda Indonesia agar kamu bisa menikmati perjalanan kurang lebih selama dua jam dari Jakarta. 

4. Pilih saat weekday 
Jika kamu ingin mencari hotel murah, salah satu cara yang paling tepat adalah menginap pada saat weekday dan bukan menghinap pada saat weekend. Apalagi jika kamu bukan seorang karyawan yang sangat terikat dengan waktu atau batas cuti. 

Karena itu, kamu lebih bebas untuk memilih kamar hotel pada saat hari lain, selain hari Sabtu dan Minggu. Meskipun demikian, biasanya tingkat inap hotel menurun pada hari Minggu. Kamu juga bisa mempertimbangkan hari Minggu sebagai hari terbaik untuk check in di hotel.

5. Apakah butuh internet? 
Beberapa hotel memang sudah menyediakan fasilitas internet gratis. Namun, biaya tersebut tidak benar-benar ada karena fasilitas internet gratis sudah dimasukkan dalam harga sewa kamar. 

Namun, ada beberapa hotel yang memang sengaja tidak menyediakan fasilitas internet gratis. Misalnya, karena alasan budaya dan juga ingin lebih mengakrabkan tamu-tamu selain terutama pada saat sarapan bersama. 

Jika kamu sudah membawa modem pribadi atau memiliki kuota berlebih, fasilitas ini rasanya sudah tidak dibutuhkan lagi. Jadi, kamu bisa memilih kamar hotel dengan lebih murah lagi karena tidak dilengkapi dengan fasilitas internet gratis. Cukup menghemat bukan? 

www.reservasi.com


6. Menginap berdua
Jika kamu datang ke Pulau Dewata bersama teman, maka kamu sangat beruntung. Sebab kamu bisa berbagi kamar dan juga tentu berbagi biaya penyewaan kamar hotel. 

Dengan cara ini kamu bisa sharing biaya atau patungan untuk membayar biaya kamar hotel bersama-sama. Terkadang, jika kamu berjumlah ganjil atau tiga orang, kamu masih bisa request kasur tambahan. Biasanya, harga kasur tambahan sudah termasuk dengan sarapan pagi. Namun, ada juga yang belum termasuk sarapan pagi sehingga jika kamu mau sarapan harus membayar lagi khusus untuk sarapannya saja.

Untuk bisa mencari hotel murah di Pulau Dewata, kamu juga bisa memanfaatkan list hotel di Bali lewat www.reservasi.com. Selain memiliki 200 ribu hotel yang tersebar dalam dan luar negeri, kamu juga bisa mendapatkan promosi potongan harga tiket secara online.



Mengajak Denji Jalan-jalan


Sebagai orangtua baru yang baru memiliki anak, saya bersama Bidadari Angin (istri) bahagia ketika mengajak anak kami (Muhammad Den Jiad) jalan-jalan. Sebab ini adalah pengalaman pertama Denji melihat dunia luar. Sebelum jalan-jalan dimulai, kami sempat dilanda kekhawatiran akan kondisi Denji ketika nanti di perjalanan atau di tempat baru. Maklum, sebagai orangtua baru, kami belum punya pengalaman dalam mengasuh dan membesarkan anak. Apalagi terkait membawa anak/bayi seusia Denji yang masih empat bulanan dalam perjalanan jauh. Saya bersama Bidadari Angin berupaya menyiapkan segala keperluan dan selalu mengecek kondisi Denji. Apakah anak kami akan baik-baik saja di tempat baru? Ataukah nanti Denji rewel dan lainnya. Segudang pertanyaan dan kemungkinan itu hadir di benak kami sebagai ayah-ibu Denji.
Namun, sebelum melakukan perjalanan jauh, kami pun melakukan latihan dengan mengajak Denji keliling dusun atau ke tempat-tempat tak jauh dari rumah. Saya kalau sedang libur kerja dan pulang ke rumah, selalu mengajak Bidadari Angin dan Denji untuk joging pagi. Biasanya pagi adalah waktu yang baik untuk kami. Selain itu, sesekali Bidadari Angin mengajak Denji ke pasar (kebetulan rumah mertua/istri dekat pasar) sehingga juga bisa dijadikan latihan adaptasi Denji dalam mengenal dunia baru di sekitarnya.

Di Stasiun Cikampek/dok/pribadi.
Kereta api
Ketika Denji menginjak usia empat bulan enam hari, tepatnya pada Sabtu 25 November 2017, saya dan Bidadari Angin mengajak Denji naik kereta api lokal (jurusan Purwakarta-Tanjung Priok Jakarta). Hal ini saya dan Bidadari Angin rencanakan jauh-jauh hari sehingga ada persiapan. Bahkan, kami harus melalui diskusi panjang terkait rencana mengajak Denji naik kereta api atau jalan-jalan di luar rumah.

Saya jika sedang di rumah membiasakan diri bangun lebih awal. Ya, sejak menikah dan punya anak, waktu tidur malam saya tidak banyak. Sebab saya bergantian jaga/mengasuh Denji di kala Bidadari Angin sedang sibuk masak, belanja ke warung, mau mandi-salat, dan lainnya. Terutama berjaga saat Bidadari Angin bersama Denji tertidur nyenyak pada malam hari.
Karena itu, saat akan ajak Denji jalan-jalan naik kereta api, saya bangun sebelum azan subuh. Mandi, salat subuh, dan membangunkan Bidadari Angin. Atau kalau Denji sudah bangun, menemaninya bermain.
Pukul 05.30 WIB atau setengah enam pagi, saya, Bidadari Angin, dan Denji berangkat ke stasiun berjalan kaki. Jarak stasiun dari rumah sekitar 300-an meter. Kami akan naik kereta api yang berangkat jam enam pagi. 
Awalnya Denji tampak terbengong-bengong ketika diajak ke stasiun. Denji agak sedikit terkesima entah kaget atau apa. Dia nggak rewel. Hanya saja pandangan matanya membelalak melihat sekitar yang masih baru bagi Denji. Saya dan Bidadari Angin berupaya menghibur dan mengajak Denji berkomunikasi untuk mengurangi keterkejutannya. Dengan begitu, Denji tidak akan rewel atau meronta-ronta dari gendongan Bidadari Angin.
Pukul 05.45, kami sudah berada di Stasiun Cikampek. Beberapa kali dalam perjalanan menuju ke stasiun, saya abadikan momen Denji dan Ibunya (Bidadari Angin) dalam kamera ponsel. Kemudian saya beli tiket kereta api seharga Rp6.000 per orang. Saya beli untuk dua orang. Setelah itu, masuk ke area stasiun untuk menunggu datangnya kereta api. 
Denji dan Ibunya saat di kereta api/dok/pribadi.
Kereta api jurusan Tanjung Priok tiba di Stasiun Cikampek pukul 06.10 dan berada di jalur lima. Kami langsung naik dan mencari tempat duduk. Kebetulan penumpang kereta api pada pagi itu tidak banyak. Kami memilih kursi untuk tiga orang. Sesekali saya dan Bidadari Angin mengajak Denji berdialog untuk memperkenalkan bahwa dirinya sudah berada di dalam kereta api.
Di kereta api, saya dan Bidadari Angin bertegur sapa dengan penumpang lain. Denji tampak mengamati keadaan sekitar sambil juga memandangi jendela yang menampakkan keadaan di luar kala kereta api mulai berjalan. Alhamdulillah, rencana mengajak Denji jalan-jalan naik kereta api berhasil. Karena Denji tidak rewel atau mengalami sesuatu hal. Saya dan Bidadari Angin senang dan berhasil karena sudah memperkenalkan Denji dengan dunia luar, terutama mengenal dia dengan moda transportasi darat seperti kereta api ini. Kami berhenti dan turun di Stasiun Kosambi (masih di wilayah Kabupaten Karawang).


Angkot  
Perjalanan naik kereta api kami hentikan hanya sampai di Stasiun Kosambi. Bagi kami ini lebih dari cukup untuk latihan Denji mengenalkan kereta api. Di Stasiun Kosambi, kami tidak langsung buru-buru pulang, tapi menikmati suasana pagi di stasiun tersebut. Lagi-lagi, saya mengabadikan momen Denji dan Ibunya di stasiun itu. Sekitar lima belas menit, kami keluar stasiun untuk pulang. Sebelum naik angkot (mobil angkutan kota), saya, Bidadari Angin, dan Denji duduk di warung penjual makanan dan minuman. 



Denji saat di angkota menuju pulang/dok/pribadi.
Suasana di Kosambi (masuk Kecamatan Klari, Karawang), di jalan protokol tampak hiruk pikuk kendaraan, baik besar dan kecil, menambah riuh pagi itu. Karena memang sedang jamnya anak-anak berangkat sekolah, para karyawan berangkat kerja, dan pedagang-pembeli saling tawar-menawar barang. Sementara kami menikmati suasana tersebut dengan ceria. Namun pagi itu, tepatnya sekitar pukul 07.00, juga jamnya Denji tidur. Beberapa menit beristirahat, saya menyetop angkot untuk membawa kami pulang ke Cikampek. Lagi-lagi, di dalam angkot awalnya Denji tampak terkagum-kagum, tapi lama-lama matanya tertutup dan tidur saat angkot menembus keramaian jalan kota. Sepertinya Denji lelah sehingga menikmati guncangan naik angkot dalam buaian Ibunya sambil menikmati mimpi paginya.
Bagi kami mengenalkan Denji pada hal-hal baru adalah bagian dari cara mendidiknya. Sebab ketika nanti Denji sudah besar, akan ada pengalaman di dalam dirinya bahwa dulu ayah-ibunya pernah membawanya jalan-jalan mengenal suasana dan tempat baru, bahkan orang-orang baru. Dengan begitu, kelak Denji ketika sudah remaja hingga dewasa tidak kaget dengan situasi ramai dan semrawut. Karena Denji telah mengawali langkahnya untuk berjalan. Selamat wahai pejalan!
 

Mawun Beach, Tempat Wisata di Lombok Hadirkan Pemandangan Samudra Hindia


sumber:dilombok.com

Mawun Beach adalah salah satu pantai di pesisir selatan Pulau Lombok yang belum begitu dikenal jika dibandingkan dengan yang lainnya. Meski belum banyak dikenal, justru hal tersebutlah menjadi keistimewaan pantai ini. Surga tersembunyi ini memang sudah dikunjungi oleh beberapa wisatawan luar negeri maupun domestik, tapi jumlahnya masih sangat sedikit. Jadi, kalau kamu berencana mengunjungi tempat wisata di Lombok lagi tahun ini, jangan sampai lupa ya mampir kesini.
Lokasi Pantai Mawun di Lombok
Lokasi pantai ini berada di Desa Tumpak, Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Dengan jarak kurang lebih 60 kilometer dari Kota Mataram dibutuhkan waktu tempuh kira-kira 1,5 jam untuk sampai kesana.
Rute yang bisa kamu lalui adalah Mataram, Cakranegara, Kediri, kemudian ke Praya, Penujak, Selong Belanak, dan kemudian sampai di Pantai Mawun. Selama di perjalanan, jangan sungkan bertanya pada penduduk lokal, ya. Mereka ramah-ramah, kok. Oh ya, sesampainya di sana, untuk  masuk ke Pantai Mawun cukup merogoh kocek sekitar Rp10 ribu bagi yang naik mobil atau Rp5 ribu bagi pemotor. Harga tersebut bisa saja berubah di tahun-tahun depan, ya.

sumber:dilombok.com

Aktivitas Menarik di Mawun Beach
Pastinya, pantai ini berada di hadapan Samudra Hindia, ombaknya cukup tenang. Bagi kamu yang gemar berenang di pantai bisa bebas berenang, namun tetap harus  berhati-hati.
Banyak aktivitas menarik lainnya yang bisa kamu lakukan di sana. Mulai dari fotografi, sekadar berjalan-jalan, ataupun berjemur. Oh ya, pasir putih di Mawun Beach cukup lembut sehingga sangat nyaman untuk diinjak. Waktu terbaik untuk mengunjungi pantai ini adalah pagi hari dan sore hari. Ini karena hawanya masih sejuk dan tenang dibandingkan siang hari.
Tips Mengunjungi Kawasan Pantai Mawun
Kawasan pantai ini masih perlu berbenah sehingga fasilitasnya memang masih minim. Jadi, ada baiknya untuk mepersiapkan kebutuhan kamu sebelum sampai di sana.
Adapun yang harus kamu persiapkan, antara lain:
       Persiapkan kendaraan sebaik mungkin karena medan jalanan yang masih kurang mulus.
       Bawa makanan serta minuman sendiri karena cukup jarang ditemukan toko atau warung di sekitar pantai Mawun.
       Jangan lupa untuk bawa sunblock, kaca mata hitam dan pelindung kepala .
       Jika ingin beli kain tenun, jangan pernah tawar kalau nggak berniat beli. Hal tersebut cukup tidak sopan dan bikin penjual kesal.

Untuk fasilitas di sekitar Pantai Mawun sendiri, antara lain ada lahan parker, toilet, penjual kain tenun dan beberapa hotel. Namun, hotel atau resort terdekat masih nggak terlalu dekat, ya.

sumber:holidayislombok.com

Yang pasti, pemandangan Mawun Beach yang sangat indah bakal membayar semua kelelahan yang kamu peroleh selama perjalanan. Air pantai warna biru kehijauan tersebut terlihat sempurna disandingkan dengan bukit-bukit hijau yang berada di sekitar pantai. Pokoknya, kamu bakal dapat foto landscape yang benar-benar memukau untuk dipamerkan deh.
Jangan lupa untuk sempatkan diri menjelajahi bukit yang ada di sisi barat dan timur Pantai Mawun. Dari sana, kamu bisa melihat pemandangan Samudera Hindia dengan sempurna, jajaran perbukitan serta melihat garis pantai dari ketinggian.
Siapkan waktu dan itinerary sematang mungkin. Kamu pasti sudah tau kalau ada banyak pantai di Lombok yang sudah menjadi favorit wisatawan, semua informasi pantai-pantai itu sudah lengkap di traveloka.com, jadi lebih mudah dapat informasi menyusun itinerary-nya. Sebagai informasi, hotel terdekat ke kawasan tersebut adalah Kuta Paradise Lombok dan Kuta Indah Hotel.
Happy traveling!


Balon Plastik dan Kebahagiaan Anak

Denji saat menerima balon plastik.Dok/Pribadi
Dunia anak-anak memang sangat menarik dan membahagiakan. Mereka menikmati terlepas dari beban kehidupan dan kehirukpikukan dunia yang begitu keras. Bagi kita orang dewasa menyaksikan tingkah anak atau anak kita sendiri saat bermain, betapa kebahagiaan itu menular kepada diri kita. Hal itu pula dilakukan anak saya (Muhammad Den Jiad) kala mendapatkan mainan baru yang belum pernah ia lihat.

Denji tampak menikmati dengan ekspresi wajah menggemaskan dan juga menyenangkan saat dirinya mendapatkan balon plastik (plastik gula yang diisi udara) dari neneknya. Padahal balon palstik tersebut tidaklah punya harga jika dihitung dengan uang. Namun, Denji seolah mendapatkan hadiah paling menarik di awal pertumbuhan dia menapaki kehidupan dunia ini. Saya sebagai ayahnya menyaksikan langsung momen terindah sebagai orang tua melihat perkembangan anak yang begitu sehat dan menggemaskan.

Balon plastik untuk Denji. Dok/Pribadi
Saya merasa terlepas dari beban berat hidup dan tuntutan sebagai kepala rumah tangga saat menyaksikan anak berbahagia dengan mainan sederhana. Dulu juga kita pernah menjadi bayi/balita/anak-anak. Dunia mereka begitu indah bukan. Masa kecil yang berbahagia dengan keluarga berbahagia akan berpengaruh pada pertumbuhan anak kelak saat tumbuh  menjadi remaja dan dewasa nanti. Saya sebagai orang tua baru berkeinginan dan berharap bahwa kelak anak saya, Denji, menikmati hidup ini dimulai sejak bayi hingga dewasa dengan kebahagiaan. Oleh karena itu, saya bersama Bidadari Angin (istri) sebisa mungkin meluangkan waktu untuk Denji, baik dalam tumbuh kembangnya dan pendidikannya nanti. Semoga. Amin...

Pedagang Kecil Harus Berdaya

Krisis moneter tahun 1998 akibat peristiwa lengsernya Orde Baru telah membuat perekonomian negeri ini ambruk. Namun, dibalik krisis ekonomi itu, ternyata tidak berpengaruh terhadap perekonomian kecil yang tidak terlihat publik, yakni para pedagang kecil (usaha mikro kecil dan menengah).
Oleh karena itu, pedagang kelas ekonomi kecil ini seolah memberikan harapan baru terhadap negara yang belum stabil secara politik-ekonomi pasca 1998 lalu. Dengan demikian, tanpa kita sadari bahwa fondasi sesungguhnya kebangkitan ekonomi nasional berada pada tulang punggung mereka, para pedagang kecil (pedagang warung dan sejenisnya).
Setahun pascakrisis moneter, tepatnya tahun 1999, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk didirikan sebagai perusahaan ritel modern menjadi pelopor perdagangan modern dengan sistem ekonomi berjejaring. Salah satunya kita ketahui adalah Alfamart, sebuah ritel yang mengelola, menjual, dan pemasaran produknya secara modern.
Alfamart sudah berdiri hampir dua puluh dan menguasai jaringan ekonomi ritel di seluruh Indonesia. Bahkan, hampir di setiap kota/kabupaten hingga perdesaan, Alfamart hadir memudahkan para pembeli, baik pembeli biasa (sekadar beli untuk kebutuhan sehari-hari) dan pembeli luar biasa (sekadar beli untuk kebutuhan warungnya atau tempat usahanya sehingga bisa dijual lagi).
Melalui program perusahaan tanggung jawab sosial atau company responsibility social (CSR), Alfamart sebagai perusahaan ritel berupaya merangkul para pedagang kecil/ warung untuk dibina dan diberdayakan menjadi pelaku ekonomi yang andal. Tepatnya pada Senin, 20 November 2017, di Kantor Cabang Karawang, Jawa Barat, diselenggarakan Pelatihan Manajemen Titel Bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sebanyak 30-an peserta berasal dari pedagang warung/UMKM hadir di acara tersebut.

Branch Corporate Communication Elisa Refila./dok-pribadi
Acara pelatihan manajemen ritel dimulai pukul 10.00 WIB. Acara tersebut dibuka Branch Corporate Communication Elisa Refila. Menurut Elisa, kegiatan pelatihan ini merupakan program terakhir tahun 2017 ini yang diadakan. Harapannya dengan pelatihan ini para anggota pelanggan Alfamart atau anggota program SSP (Store Sales Point) mengetahui dan memahami cara-cara modern dalam mengelola dan memajukan usaha dagangnya.

Sambutan Member Relation Manager Doni Rahmat./dok-pribadi
Kemudian acar dilanjutkan dengan sambutan dari Member Relation Manager Alfamart Cabang Karawang Doni Rahmat. Menurut Doni, kesalahan selama ini yang diderita pemilik usaha warung bangkrut karena kurang wawasan dalam mengelola modal usaha dengan baik.
“Pemilik warung kurang bisa melakukan pencatatan modal usaha dengan biaya operasional yang digunakan sehari-hari sehingga usahanya tidak maju-maju,” ujar Doni dengan pengalamannya sebagai pegawai yang berkecimpung di dunia ritel tersebut.
Karena itu, Alfamart mengadakan pelatihan manajemen ritel ingin memajukan para pedagang kecil, terutama pemilik usaha warung untuk bersama-sama meningkatkan kualitas ekonominya sebagai sumber usaha serta membuka lapangan pekerjaan baru.

Akmal Maulana saat menyampakian metari pelatihan./dok-pribadi
Sementara Akmal Maulana selaku Member Relation Coordinator untuk wilayah Subang-Karawang dan narasumber pelatihan manajemen ritel mengatakan, membuka usaha dagang harus mengetahui dan mempunyai wawasan cara mengelola usahanya, baik modal usaha maupun cara memasarkannya. Alfamart sebagai ritel modern tentu memperhatikan hal-hal semacam itu sehingga produk yang dijualnya laku di pasaran. Begitu juga dengan para pemilik usaha warung dan UMKM. Mereka harus paham produk apa yang akan dijual, apakah pembeli berminat membeli, bagaimana dengan penyajian dan pelayanannya, cara menyajikan/memajang produk dagangan agar pembeli berminat, dan lainnya.
“Hal-hal semacam itu penting untuk memajukan usaha kita. Dengan begitu, Bapak-Ibu sebagai pemilik warung bisa untung. Namun, agar tidak mengecewakan pelanggan atau pembeli, Bapak-Ibu jangan terlalu besar mengambil untung besar dalam menjual produk dagangan. Meskipun persaingan pasar itu ada, tetapi sebisa mungkin kita mengambil untuk sekitar 10–20 persen sehingga pembeli puas,” ujar Akmal sembari menambahkan bahwa pemilihan produk dagangan juga berpengaruh terhadap warung usaha.
“Memilih produk yang akan kita jual juga harus selektif. Misalnya di warung Bapak-Ibu yang laku apa? Kita harus tahu produk-produk tersebut. Dengan begitu, usaha warungnya maju dan berkembang,” ujarnya.

Akmal Maulana saat berinteraksi dengan peserta./dok-pribadi
Dalam penyampaian materi itu, Akmal berupaya juga menampung keluhan para peserta yang mayoritas pedagang kecil/warung. Beberapa kali Akmal harus berkoordinasi dengan rekan-rekannya di Alfamart agar segera melayani para pelanggan sehingga merasa terakomodasi.
Para peserta banyak bertanya terkait materi pelatihan manajemen ritel tersebut. Salah satunya terkait produk tertera di Alfamart, tapi tidak tertera di aplikasi android program SSP. Selain itu, peserta juga menanyakan bagaimana mengelola dagangannya dan mengelola persediaan produk serta pertanyaan lainnya yang masih terkait dengan materi pelatihan tersebut.
Akmal pun menjawab apa yang ditanyakan para peserta. Menurutnya, mengelola usaha dagang atau warung harus detail mulai dari administrasi keuangan/modal hingga pelayanan. Dengan begitu, usaha warung akan maju dan dikunjungi pembeli karena mereka/para pembeli merasa membeli produk yang harga murah/terjangkau sesuai dengan kebutuhan.
“Kemudian pembeli merasa nyaman dilayani karena penjualnya ramah. Produk-produknya bermutu dan higienis. Selain itu, tempat atau warung yang kita punya juga harus bersih sehingga pembeli betah berlama-lama di sana, ya seperti di Alfamart. Banyak kan pembeli yang datang, meskipun hanya untuk ngadem karena ada AC,” ujarnya sambil bercanda sehingga disambut tawa para peserta yang hadir.
Pelatihan manajemen ritel selama dua jam tersebut pun harus selesai. Para peserta merasa mendapatkan wawasan tentang mengelola usaha warung atau dagangannya. Acara pun ditutup dengan foto bersama narasumber dan panitia. (*muhzen)

Diskusi Mengupas Eyang Habibie

Foto Dokumen Pribadi

JAKARTA – Membicara eyang tidak akan pernah cukup dalam satu sudut pandang. Apalagi menuliskan setiap jejak hidupnya kemudian diterbitkan dalam bentuk buku. Sosok eyang satu ini memang berbeda. Meskipun bertubuh tidak tinggi, tetapi eyang ini memiliki otak yang besar (cerdas), pendirian kuat, dan semangat kokoh meraih cita-citanya demi kemajuan bangsa. Ia adalah Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie).
Pada pagi itu, Minggu (7/82016) sekitar pukul 10.00 WIB, Eyang Habibie memang tidak hadir di ruang Museum Bank Mandiri. Namun, namanya disebut-sebut oleh dua orang narasumber dalam sesi I Diskusi Publik Menggali Insiprasi dari 80 Tahun Habibie dengan tema “Mengulik Kepribadian Eyang Habibie dalam Meraih Sukses” yang diselenggarakan Forum Lingkar Pena.
“Berbicara tentang beliau memang tidak pernah cukup. Seperti hal saya menuliskan riwayat beliau. Saya bersama tim penulis menulis buku Habibie The Series untuk mendokumentasikan kiprah beliau yang memotivasi dan menginspirasi,” kata Andi Makmur Makka selaku narasumber dan pengurus Habibie Center.
Menurut Andi, setiap ulang tahun selalu memberi kejutan dengan menuliskan buku tentang beliau. Meskipun Eyang Habibie pun ikut menuliskan tentang kisah hidup dan cintanya bersama almarhum istrinya (Hasri Ainun Habibie) berjudul Habibie&Ainun yang laris terjual hingga difilmkan dengan judul sama menembus sekitar 5 juta penonton. Selain itu, kata dia, ternyata Ibu Ainun itu adalah penggemar sinetron Cinta Fitri. Itu keunikan yang tidak diketahui selama ini.
“Karena itu, pada usia beliau menginjak 80 tahun. Saya berpikir agar bisa menerbitkan buku tentang beliau. Saya dibantu tim penulis lainnya mengumpulkan data dan riset tentang beliau. Setelah jadi, saya mencari penerbit yang mau menerbitkankan sehingga bertemulah Penerbit Tiga Serangkai, Solo,” ujarnya yang kini menjabat Staf Ahli Menristek.
Sementara Sutanto Sastrareja selaku tim penulis mengatakan, penulis buku Habibie The Series ini hanya selama dua bulan. Saat itu Sutanto sedang ada di Kota Toulouse, Prancis.
“Eyang Habibie ini ibarat fungsi dalam sebuah teori matematika dan juga fungsi dalam pemikiran. Saya sebelum menulis buku ini, menulis beberapa catatan tentang beliau dan diunggah ke media sosial agar orang tahu. Anak saya tahu Pak Habibie itu dari film Habibie&Ainun. Andai saja tidak ada film tersebut, mungkin ketokohan beliau yang besar akan tenggalam, maka buku dan film mendokumetasi beliau agar generasi bangsa ini mengambil semangat, kerja keras, dan sisi positif beliau,” ujarnya yang juga dosen UNS Solo ini.
Selain itu, Sutanto menjelaskan bahwa kesuksesan Eyang Habibie karena beliau memiliki tiga kemampuan, yakni kemampuan akademik yang baik, kemampuan psikologi nasionalis yang selalu cinta pada negeri ini, dan kemampuan sosiologis yang mudah berbaur untuk berdiskusi.
Boim Lebon (penulis buku novel) yang menjadi moderator diskusi publik tersebut membuka dua termin pertanyaan untuk para peserta yang hadir sekitar 60 tersebut. Karena banyak yang bertanya, maka diambil empat penanya. Setiap peserta menanyakan hal tidak jauh dari kiprah Eyang Habibie, seperti selama berkuasa menjadi presiden (setahun lima bulan), semangat etos belajar yang kuat, mengubah pola pikir generasi pemuda yang malas, dan terkait pelepasan Timor Timur (Timor Leste). Empat pertanyaan tersebut dijawab dengan baik oleh dua narasumber hingga acara pun selesai ditutup sekitar pukul 12.00 WIB. (Muhzen)      





Tikus Bikin Resah

gambar dari yukbelajarmewarnai.blogspot.com
Saya resah. Pasalnya, di pondok mertua indah (rumah mertua tempat menetap saya, istri, dan anakku) sedang kedatangan tamu tak diundang, yakni hewan berbau dan jorok bernama tikus. Sepertinya pintu dapur yang biasa tiap pagi dibuka karena ada aktivitas ibu rumah tangga untuk memasak dan mencuci baju dijadikan oleh tikus alias wirog alias tikus santung (kata orang Cikampek) menyelinap masuk ke rumah. Bahkan, para tikus memanfaatkan lubang saluran pembuangan air di kamar mandi dan tempat pencucian piring.
Kedatangan para hewan jorok ini memang tidak diketahui awalnya. Namun, hampir tiap matahari terbenam (malam) para tikus menjadikan dapur sebagai basecamp untuk tinggal serta mengais sisa makanan sehingga menimbulkan suara-suara berisik. Tentu para penghuni rumah (mama, adik ipar, saya, istri, dan anakku) tergangggu. Sebab para tikus itu melakukan aksi pencurian makanan pada saat penghuni rumah sedang lengah atau tidur.
Namun yang membuat kesal dan resah, para tikus bergerilya mencari makanan tidak hanya di dapur, tetapi sudah mulai menginvasi ruang tivi (tempat anggota keluarga makan-minum serta bercengkerama). Hal itulah membuat kami terusik memburu para hewan tersebut.
Pernah suatu malam saat saya tidak ada di rumah, Mama (mertua) dan Disti (adik ipar) melihat langsung para tikus berkeliaran di ruang tivi dan mencuri makanan di atas kulkas. Lantas Mama dan Disti dibuat kesal sehingga mengejar hewan berbau itu dengan sebuah sapu dan benda pentungan lainnya. Disodok-sodok di sela-sela lemari tivi dan pojok ruangan yang terdapat lemari belajar, digebuk-gebuk agar keluar, tetapi para tikus mampu menghindar dan berkelit dari serangan. Hingga para tikus pun bisa kabur kembali ke dapur tempat persembunyiannya. 

Wah, ini seperti para koruptor yang selalu mangkir dari panggilan penyidik hukum dengan melakukan berbagai cara alasan untuk menghindar. Bahkan ketika ketahuan korupsi malah berusaha cuci tangan dan kabur.

Awalnya saya menganggap para tikus tersebut hanya berani beraksi di dapur dan eternit langit-langit rumah. Namun, lama didiamkan para tikus justru sudah kelewat batas dalam menginvasi ruang tempat mencari makan. Pernah istriku bercerita kepadaku bahwa pada suatu malam ia terjaga dari tidur karena mendengar antartikus berkelahi di eternit langit-langit kamar. Salah satu ekor dari tikus yang berkelahi itu tampak di sela-sela lubang eternit. Istriku berupaya mengusirnya agar tidak membuat bangun anakku yang sedang tidur dan berhasil.
Sehari, dua hari, seminggu, bahkan berbulan sudah tidak dipedulikan suara berisik para hewan itu di dapur. Namun, semakin lama didiamkan membuat nyali para tikus mulai lagi menginvasi ruangan lain untuk mencari makan. Bahkan yang membuat saya kesal dan tergerak ikut barisan para pemburu tikus karena sudah menyelinap masuk ke kamar tidur (tempat saya, istri, dan anakku beristirahat). Padahal sumber makanan tidak ada di sana, tetapi para tikus gerudukan (membuat suara-suara gaduh) di antara lemari buku, lemari baju, kardus tempat menyimpan mainan anakku, serta boks tempat barang-barang milik istriku.
Saya sebagai lelaki dan suami merasa kasihan dengan istri dan anakku. Ketenangan mereka terganggu gara-gara tikus sudah masuk ke kamar tidur. Hampir setiap pulang ke rumah (setiap akhir pekan), setiap malam saya terjaga dari alias ronda malam untuk memeriksa istri dan anakku yang sedang tidur. Sesekali saya juga memeriksa ruang tivi dan lainnya. Keberadaan para tikus tak ditemukan dan kondisi tampak aman. Namun, saat saya lengah (tidur/tidak siap berburu), para tikus mulai tampak berkeliaran mencari makanan. Menyelinap di sela-sela kaki para penghuni yang sedang tidur dan mencuri makanan.
Memang dasar tikus. Insting liar hewan pengerat ini dalam bertahan hidup hanya dengan memakan sisa makanan dan mencuri makanan yang tidak dijaga pemiliknya. Karena itu, para hewan ini pantas dijadikan simbol keburukan bagi para oknum pejabat yang mencuri uang rakyat dan melakukan cara suap dengan sembunyi-sembunyi. (bersambung)